Akhirnya setelah di'anggur'in selama 2 bulan, saya mulai merajut (baca :
hakken) benang korean bulky yarn. Ternyata setelah dicoba untuk
dirajut, kesulitan pertama yang terjadi adalah menemukan jarum hakken
yang cocok, karena diameter benangnya yang berganti-ganti antara tipis
dan tebal (dan inilah keunikan benangnya!).
Setelah menganalisa sebentar (terutama bagian benang yang tebal),
akhirnya dicoba dirajut dengan jarum hakken 8 mm, namun ternyata masih
agak 'seret' (baca : kekecilan, mungkin karena tarikan tangan saya yang
relatif kencang), sehingga saya ganti dengan jarum hakken 10 mm (ya,
jarum hakken *diameter 10 mm*, bukan 10/0!). Setelah ketemu jarum yang
enak, saya mulai bereksperimen dengan setik-setik crochet. Dan seperti
yang sudah-sudah, kalau benangnya sudah sedemikian 'rumit' dan
'njelimet', sebaiknya kita menggunakan setik yang sangat sangat
sederhana, seperti chain, single crochet, dan maksimal double crochet.
Dan hasilnya adalah seperti foto di bawah ini :
Setelah jadi syal, berhubung syalnya lumayan tebal, kaya'nya lebih cocok
untuk di daerah dingin seperti di Lembang, itu pun kalau suhunya di
bawah 20 derajat Celcius, hehehe.... Jadi sementara ini, biarkan si
beruang ajah yang pakai syal-nya!
Sunday, August 12, 2012
Cross-Stitch Book : Picture Your Pet in Cross Stitch
Buku ini adalah buku kristik pertama yang saya beli di Amazon via
kutukutubuku.com, dan merupakan salah satu buku kristik favorit saya.
Tema pola di buku ini adalah binatang peliharaan, termasuk di antaranya
anjing, kucing,hamster, reptil, dan kuda. Yang membuat buku ini menjadi
sumber pola favorit saya adalah karena gambar binatang peliharaan di
dalam buku ini sangat realistis dan sangat mirip dengan binatang
sesungguhnya (walaupun ada juga beberapa pola yang bertema kartun).
Lagi-lagi, karena saya penggemar dogi, sebagian besar proyek yang saya
kerjakan dari buku itu adalah gambar-gambar dogi.
Buku ini 'muncul' kembali di 'peredaran' work-in-progress karena tiba-tiba ada yang khusus minta dibuatkan kristik anjing labrador berwarna kuning di atas kain hitam. Setelah dikebut selama 2 malam, akhirnya selesai juga kristik labrador kuning di atas strimin hitam, tinggal tunggu kapan hasil kristikannya dijahitkan ke barangnya.
Buku ini 'muncul' kembali di 'peredaran' work-in-progress karena tiba-tiba ada yang khusus minta dibuatkan kristik anjing labrador berwarna kuning di atas kain hitam. Setelah dikebut selama 2 malam, akhirnya selesai juga kristik labrador kuning di atas strimin hitam, tinggal tunggu kapan hasil kristikannya dijahitkan ke barangnya.
Crocheted Bojagi
Bojagi atau pojagi secara harfiah artinya patchwork, dan merupakan
kerajinan tangan khas Korea. Bojagi biasanya dibuat dari
potongan-potongan kain yang disatukan menjadi kain yang lebar.
Terinspirasi dari bojagi, saya mencoba membuat produk crochet dengan pola seperti bojagi. Idenya sebenarnya adalah membuat kotak-kotak beraneka warna dengan pola random. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk menghabiskan sisa benang rajut. Hanya saja, karena bolak-balik di tiap baris harus mengganti warna, maka pola ini disarankan bagi mereka yang memiliki tingkat kemahiran crochet menengah.
Pertama-tama, pola dirancang di atas kertas kotak-kotak (untuk mengetahui posisi warnanya).
Setelah itu dirajut dengan teknik dc (istilah Amerika), agar kantong yang dihasilkan tidak terlalu kaku/rigid. Hasil rajutan dibuat dalam bentuk lembaran, baru kemudian dilipat dan pinggirnya dirajut untuk menyatukan kedua sisi.
Rapikan dengan memberi sc atau dc pada pinggiran atas rajutan, beri kancing atau pasang tali serut.
Terinspirasi dari bojagi, saya mencoba membuat produk crochet dengan pola seperti bojagi. Idenya sebenarnya adalah membuat kotak-kotak beraneka warna dengan pola random. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk menghabiskan sisa benang rajut. Hanya saja, karena bolak-balik di tiap baris harus mengganti warna, maka pola ini disarankan bagi mereka yang memiliki tingkat kemahiran crochet menengah.
Pertama-tama, pola dirancang di atas kertas kotak-kotak (untuk mengetahui posisi warnanya).
Setelah itu dirajut dengan teknik dc (istilah Amerika), agar kantong yang dihasilkan tidak terlalu kaku/rigid. Hasil rajutan dibuat dalam bentuk lembaran, baru kemudian dilipat dan pinggirnya dirajut untuk menyatukan kedua sisi.
| Tampak Depan |
| Tampak Belakang |
Thursday, June 28, 2012
Rajutan Dengan Benang Sulam
Mungkin saya yang agak ketinggalan jaman, tapi gara-gara saya beli buku
crochet berbahasa Jepang, saya baru sadar bahwa benang sulam yang biasa
digunakan untuk mengkristik rupanya bisa juga digunakan untuk hakken!
Jadi inilah percobaan pertama saya, menggunakan benang sulam hasil beli obralan dan jarum hakken 1/0. Rupanya tidak susah juga, karena walaupun lebih licin dibandingkan benang acrylic lokal, namun benang sulam masih cukup kesat sehingga jarum tidak cepat melorot. Memang kita harus berhati-hati jangan sampai jarum rajutnya tersangkut, membuat benang yang terdiri dari 6 lembar benang kecil akan terurai. Keuntungan lainnya dari menggunakan benang sulam adalah warna gradasi benang yang beraneka ragam dengan rentang yang lebar, membuat kreasi Anda bisa lebih berwarna warni dibandingkan menggunakan benang acrylic lokal.
Dan.... inilah karya pertama saya : korsase yang dihasilkan dari 5 meter benang sulam Anchor.
Jadi inilah percobaan pertama saya, menggunakan benang sulam hasil beli obralan dan jarum hakken 1/0. Rupanya tidak susah juga, karena walaupun lebih licin dibandingkan benang acrylic lokal, namun benang sulam masih cukup kesat sehingga jarum tidak cepat melorot. Memang kita harus berhati-hati jangan sampai jarum rajutnya tersangkut, membuat benang yang terdiri dari 6 lembar benang kecil akan terurai. Keuntungan lainnya dari menggunakan benang sulam adalah warna gradasi benang yang beraneka ragam dengan rentang yang lebar, membuat kreasi Anda bisa lebih berwarna warni dibandingkan menggunakan benang acrylic lokal.
Dan.... inilah karya pertama saya : korsase yang dihasilkan dari 5 meter benang sulam Anchor.
Sunday, July 11, 2010
Tikus Berbulu
Lagi iseng-iseng buka majalah CrossStitcher,
menemukan pola tikus "berbulu" yang dibuat dengan benang Madeira Lana.
Halah, jenis benang apa lagi ini?? Kalaupun dijual di sini, pasti mahal
banget!
Saking gregetan mau nyoba, tiba-tiba teringat bahwa masih punya benang felting yang buat merajut. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya si tikus berhasil disulam dengan benang PDK Tobucil (hanya polanya harus dimodifikasi, karena kebetulan di rumah stok benang PDK adanya coklat tua, jadilah si tikus genit berwarna pink berubah menjadi tikus got coklat tua...). Pas melihat hasil akhirnya, kok kaya'nya kurang fluffy ya?? Setelah membaca petunjuk di majalah, rupanya benang yang harusnya berbulu itu harus di"tarik-tarik" dengan prepet supaya berbulu. Ooo... setelah di-"prepet" beberapa kali, akhirnya bulu-bulunya pada keluar. Seru juga! Pas dicoba lagi dengan benang wol lokal, setelah ditarik dengan prepet, hasilnya sebenernya berbulu juga, cuman kurang fluffy.
(sayangnya, di foto tikusnya tidak terlihat fluffy...)
O ya, setelah saya mencari info lebih lanjut, benang Madeira Lana itu ternyata punya komposisi 50% wool dan 50% acrylic, makanya mungkin bisa disubstitusi pakai benang lokal yang komposisinya 88% katun dan 12% acrylic.
Tips : kalau mau mem-fluff hasil sulaman dengan prepet, sebaiknya bagian yang fluff disulam terlebih dahulu, kemudian di-fluff dengan prepet sebelum menyulam bagian lain dengan benang sulam biasa. Ini mencegah bagian yang disulam dengan benang sulam biasa rusak.
Saking gregetan mau nyoba, tiba-tiba teringat bahwa masih punya benang felting yang buat merajut. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya si tikus berhasil disulam dengan benang PDK Tobucil (hanya polanya harus dimodifikasi, karena kebetulan di rumah stok benang PDK adanya coklat tua, jadilah si tikus genit berwarna pink berubah menjadi tikus got coklat tua...). Pas melihat hasil akhirnya, kok kaya'nya kurang fluffy ya?? Setelah membaca petunjuk di majalah, rupanya benang yang harusnya berbulu itu harus di"tarik-tarik" dengan prepet supaya berbulu. Ooo... setelah di-"prepet" beberapa kali, akhirnya bulu-bulunya pada keluar. Seru juga! Pas dicoba lagi dengan benang wol lokal, setelah ditarik dengan prepet, hasilnya sebenernya berbulu juga, cuman kurang fluffy.
(sayangnya, di foto tikusnya tidak terlihat fluffy...)
O ya, setelah saya mencari info lebih lanjut, benang Madeira Lana itu ternyata punya komposisi 50% wool dan 50% acrylic, makanya mungkin bisa disubstitusi pakai benang lokal yang komposisinya 88% katun dan 12% acrylic.
Tips : kalau mau mem-fluff hasil sulaman dengan prepet, sebaiknya bagian yang fluff disulam terlebih dahulu, kemudian di-fluff dengan prepet sebelum menyulam bagian lain dengan benang sulam biasa. Ini mencegah bagian yang disulam dengan benang sulam biasa rusak.
Sunday, July 04, 2010
Kantong Botol Air Minum
Another project for water bottle holder! Idenya berasal dari free
pattern di salah satu website (klo ga salah groovy crochet), tapi waktu
dicari lagi udah nggak ketemu. :(
Dulu udah pernah mencoba membuat pola serupa dengan modifikasi untuk botol air mineral merk A*** volume 600 ml dan 300 ml pakai benang nylon (yang digulung pakai cone), dan hasilnya lumayan sukses (walaupun harus pakai extra tenaga untuk merajut benang nylon, karena benangnya super peret...). Kebetulan di rumah lagi trend menggunakan botol air minum 1 liter, dan karena agak susah membawa-bawa botol berukuran lumayan besar (dan agak susah untuk dimasukkan ke dalam tas), jadi aku terinspirasi untuk membuat (lagi) kantong botol minum, kali ini yang ukurannya agak besar. Kebetulan masih punya benang nylon hasil beli di toko Crayon, jadi sekalian mau nyoba juga.
Mulailah daku merajut dengan benang nylon dan hook 3/0. Menjelang membuat tali pegangan, oo, benangnya kok sisanya gak banyak ya?? Untung waktu benangnya dihabiskan jadi tali pegangan, panjang talinya cukup untuk menenteng botol dimaksud (lagipula kalau botol 1 liter penuh mau diselempangkan di pundak, berat nian...) Jadilah aku berkesimpulan, kalau 1 gulung benang nylon di toko Crayon cuma bisa menghasilkan satu benda tanpa tali yang terlalu panjang. Beda dengan cone, waktu itu bikin 1 tas, 2 water bottle holder dengan tali panjang, masih ada sisanya, rasanya gak habis-habis... Tapi puas banget melihat benda jadinya, setelah dicoba untuk menggantung botolnya dalam keadaan penuh di mobil, pegangannya cukup kuat, horeh!
Dulu udah pernah mencoba membuat pola serupa dengan modifikasi untuk botol air mineral merk A*** volume 600 ml dan 300 ml pakai benang nylon (yang digulung pakai cone), dan hasilnya lumayan sukses (walaupun harus pakai extra tenaga untuk merajut benang nylon, karena benangnya super peret...). Kebetulan di rumah lagi trend menggunakan botol air minum 1 liter, dan karena agak susah membawa-bawa botol berukuran lumayan besar (dan agak susah untuk dimasukkan ke dalam tas), jadi aku terinspirasi untuk membuat (lagi) kantong botol minum, kali ini yang ukurannya agak besar. Kebetulan masih punya benang nylon hasil beli di toko Crayon, jadi sekalian mau nyoba juga.
Mulailah daku merajut dengan benang nylon dan hook 3/0. Menjelang membuat tali pegangan, oo, benangnya kok sisanya gak banyak ya?? Untung waktu benangnya dihabiskan jadi tali pegangan, panjang talinya cukup untuk menenteng botol dimaksud (lagipula kalau botol 1 liter penuh mau diselempangkan di pundak, berat nian...) Jadilah aku berkesimpulan, kalau 1 gulung benang nylon di toko Crayon cuma bisa menghasilkan satu benda tanpa tali yang terlalu panjang. Beda dengan cone, waktu itu bikin 1 tas, 2 water bottle holder dengan tali panjang, masih ada sisanya, rasanya gak habis-habis... Tapi puas banget melihat benda jadinya, setelah dicoba untuk menggantung botolnya dalam keadaan penuh di mobil, pegangannya cukup kuat, horeh!
Friday, June 18, 2010
Surat Pembacaku Dimuat!
Beberapa waktu yang lalu aku mengirim surat pembaca ke majalah The World
of Cross Stitching, menceritakan karyaku yang dibuat dari salah satu
pola di majalah itu.
Kira-kira sebulan setelah aku mengirim e-mail dan fotonya, salah satu
redakturnya mengirim balasan minta alamat rumah, rupanya mereka
berencana memuat suratku di edisi bulan Juni, dan apabila beneran dimuat, mereka akan mengirim suvenir ke rumah.
Awal Juni, sebelum aku sempat ke toko buku untuk mencari majalahnya, rupanya kiriman suvenirnya sudah tiba di rumah, hore, berarti surat pembacaku dimuat! Suvenirnya "cuman" kain Aida warna hijau (termasuk barang agak langka di sini...), 1 benang sulam DMC (tapi khusus yang diedarkan di Inggris, labelnya agak beda sama yang dijual di sini), sama 1 leaflet pola, tapi seneng bangeeeeettt....
Baru pada akhir minggu aku berkesempatan ke Kinokuniya untuk beli majalahnya, dan setelah melihat surat pembacanya aku baru sadar, ternyata suratku lumayan panjang... dan dikasih komentar sama redakturnya. Nggak tahu apakah kebetulan atau merupakan kesengajaan, mereka memuat suratku berbarengan dengan penerbitan bonus pola Eeyore di edisi Juni itu. Senangnyaaa....
Awal Juni, sebelum aku sempat ke toko buku untuk mencari majalahnya, rupanya kiriman suvenirnya sudah tiba di rumah, hore, berarti surat pembacaku dimuat! Suvenirnya "cuman" kain Aida warna hijau (termasuk barang agak langka di sini...), 1 benang sulam DMC (tapi khusus yang diedarkan di Inggris, labelnya agak beda sama yang dijual di sini), sama 1 leaflet pola, tapi seneng bangeeeeettt....
Baru pada akhir minggu aku berkesempatan ke Kinokuniya untuk beli majalahnya, dan setelah melihat surat pembacanya aku baru sadar, ternyata suratku lumayan panjang... dan dikasih komentar sama redakturnya. Nggak tahu apakah kebetulan atau merupakan kesengajaan, mereka memuat suratku berbarengan dengan penerbitan bonus pola Eeyore di edisi Juni itu. Senangnyaaa....
Sunday, May 23, 2010
Gantungan HP Pertamaku
Akhirnya, aku membuat gantungan HP rajut! Ide ini sebenarnya datang dari
temanku yang membuat gantungan HP dari flanel. Berhubung aku
ingin membuat yang beda sama dia, jadilah aku mulai mencari-cari pola
rajutan yang cukup kecil namun gak terlalu njelimet untuk dijadikan
gantungan HP. Biasanya sih pakai pola untuk fridgie atau gantungan
kunci. Dan... jadilah jerapah lucu ini!
Buat yang berminat untuk merajut (crochet), jerapah lucu ini bisa ditemukan di :
http://huffcreations2.blogspot.com/2006/08/giraffe-fridgie.html
PS. Sebenarnya bukan diriku tak suka sama bahan flanel, cuman dah pengalaman klo bikin barang-barang cute dari flanel, it will end up becoming furry things
Buat yang berminat untuk merajut (crochet), jerapah lucu ini bisa ditemukan di :
http://huffcreations2.blogspot.com/2006/08/giraffe-fridgie.html
PS. Sebenarnya bukan diriku tak suka sama bahan flanel, cuman dah pengalaman klo bikin barang-barang cute dari flanel, it will end up becoming furry things
Friday, April 09, 2010
Crochet Hybrid
Project ini merupakan hasil dari program "menghabiskan benang wol lokal". Bunga rajutan dibuat dengan benang yang ada, kemudian sempat dianggurkan selama beberapa bulan (yup, beberapa bulan!!) karena nggak tahu mau diapakan (mau dijadikan bros, terlalu gepeng dan besar...). Pas lagi bongkar-bongkar suplai bahan, ketemulah kain bahan korden yang mirip dengan denim, dan resleting yang panjangnya memadai. Tiba-tiba muncullah ide untuk menempelkan bunga rajutan itu pada dompet beresleting, dan akhirnya bunga biru itu menempel dengan manisnya di domplet beresleting (yang saya jahit sendiri).
Wednesday, April 07, 2010
One Million Giraffes
Di rumah lagi ada trend baru : JERAPAH. Awalnya gara-gara ada a little
stuffed animal bernama Giraffe di rumah Bentuknya mirip jerapah beneran,
cuman dalam versi kartun. Sejak itu, kami melakukan penelitian lebih
mendalam tentang jerapah.
Sejak lama jerapah menarik perhatian manusia, karena "fitur-fitur"nya yang luar biasa. Jerapah merupakan binatang dengan tinggi badan tertinggi yang hidup di darat. Pada waktu laksamana Cheng Ho membawa jerapah untuk dipersembahkan kepada kaisar Tiongkok, karena jerapah persembahan itu tidak bisa melewati gerbang istana, bahkan kaisar pun beranjak dari singgasananya untuk melihat binatang yang menakjubkan ini. Jerapah juga binatang yang selalu ingin tahu, perhatikan kalau di kebun binatang, jerapah di kebun binatang sering menjulurkan kepalanya untuk mendekat ke arah pengunjung.
Pada waktu saya mencari-cari informasi tentang jerapah, saya menemukan website ini : One Million Giraffe. Intinya, pemilik website ini (Ola) bertaruh dengan temannya, bahwa melalui internet dia bisa mengumpulkan 1 juta jerapah dengan batas waktu 1 Januari 2011. Wow... project yang kreatif! Dan saya memutuskan untuk ikut berpartisipasi menyumbang jerapah.
Inilah jerapah pertama yang saya sumbangkan buat Ola, dan masih akan menyusul jerapah-jerapah yang lain.
Sejak lama jerapah menarik perhatian manusia, karena "fitur-fitur"nya yang luar biasa. Jerapah merupakan binatang dengan tinggi badan tertinggi yang hidup di darat. Pada waktu laksamana Cheng Ho membawa jerapah untuk dipersembahkan kepada kaisar Tiongkok, karena jerapah persembahan itu tidak bisa melewati gerbang istana, bahkan kaisar pun beranjak dari singgasananya untuk melihat binatang yang menakjubkan ini. Jerapah juga binatang yang selalu ingin tahu, perhatikan kalau di kebun binatang, jerapah di kebun binatang sering menjulurkan kepalanya untuk mendekat ke arah pengunjung.
Pada waktu saya mencari-cari informasi tentang jerapah, saya menemukan website ini : One Million Giraffe. Intinya, pemilik website ini (Ola) bertaruh dengan temannya, bahwa melalui internet dia bisa mengumpulkan 1 juta jerapah dengan batas waktu 1 Januari 2011. Wow... project yang kreatif! Dan saya memutuskan untuk ikut berpartisipasi menyumbang jerapah.
Inilah jerapah pertama yang saya sumbangkan buat Ola, dan masih akan menyusul jerapah-jerapah yang lain.
Sunday, March 21, 2010
Another Craft Inspired by Korean Souvenir
Lagi-lagi terinspirasi oleh suvenir dari Korea, akhirnya diriku membuat
dompet crochet warna-warni. Prinsipnya sederhana, hanya 2 baris dc untuk
setiap warna (contoh ini menggunakan benang katun), kemudian sisi yang
akan diberi resleting diberi warna yang kontras dengan warna-warna
sebelumnya, jahit resletingnya, kemudian jahit sisi-sisi dompet, dan
voila! Dompetnya siap dipakai! Untuk mempermanis, rajut bunga dan pasang
pada tarikan resletingnya.
Sunday, November 29, 2009
"Tear-Bear"ku Yang Pertama
Pertama kali menemukan teknik "Tear-bear" justru gara-gara tertarik mencari tentang Hanji, kerajinan tangan berbahan baku kertas khas Korea. Kertas hanji adalah kertas yang dibuat dari bahan baku kulit pohon paper mulberry (Nama latin Broussonetia papyrifera), dan bisa dibuat berbagai macam kerajinan, termasuk di antaranya kotak, kap lampu, dan bahkan busana.
"Tear-bear" adalah teknik membuat beruang (atau benda lain) 2-dimensi dengan merobek kertas, sehingga memberi efek 'fluffy' atau berbulu. Kalau dari teorinya, kertas yang paling cocok digunakan untuk membuat "Tear-bear" adalah kertas mulberry. Namun kalau di toko kerajinan tangan di Indonesia kita mencari kertas mulberry, agak susah dicari. Jadi saya mengira-ngira saja dengan mencari kertas yang teksturnya mirip dengan kertas mulberry.
Di toko Crayon, saya menemukan kertas bumi, dan ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Pengennya sih mencoba lagi dengan kertas mulberry yang benar-benar kertas mulberry, pengen tahu sebenarnya harusnya bisa se-fluffy apa.

Di Indonesia, sebenarnya sejak dahulu kertas mulberry (atau dari bahan baku pohon lain dari famili yang sama dengan pohon mulberry) sudah diproduksi. Contohnya adalah kertas daluang di Jawa Barat.
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat "Tear-Bear" :
1. Buat pola di bagian belakang kertas (contoh pola bisa dilihat di sini)

2. Basahi bagian garis pola dengan air (menggunakan kuas lukis).

3. Robek sesuai garis pola. Hati-hati saat merobek, jangan sampai melewati garis pola. Apabila sulit dirobek karena airnya keburu kering, beri air lagi dengan kuas. (catatan : untuk jenis kertas mulberry yang cukup tebal, terkadang tidak perlu seluruh garis pola diberi air karena cukup mudah dan cukup rapi untuk dirobek)

4. Susun bagian beruang sesuai pola, lekatkan dengan lem PVC

5. Tambahkan hiasan (mata, hidung, pita dlsb).

Isn't it cute?
"Tear-bear" adalah teknik membuat beruang (atau benda lain) 2-dimensi dengan merobek kertas, sehingga memberi efek 'fluffy' atau berbulu. Kalau dari teorinya, kertas yang paling cocok digunakan untuk membuat "Tear-bear" adalah kertas mulberry. Namun kalau di toko kerajinan tangan di Indonesia kita mencari kertas mulberry, agak susah dicari. Jadi saya mengira-ngira saja dengan mencari kertas yang teksturnya mirip dengan kertas mulberry.
Di toko Crayon, saya menemukan kertas bumi, dan ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Pengennya sih mencoba lagi dengan kertas mulberry yang benar-benar kertas mulberry, pengen tahu sebenarnya harusnya bisa se-fluffy apa.
Di Indonesia, sebenarnya sejak dahulu kertas mulberry (atau dari bahan baku pohon lain dari famili yang sama dengan pohon mulberry) sudah diproduksi. Contohnya adalah kertas daluang di Jawa Barat.
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat "Tear-Bear" :
1. Buat pola di bagian belakang kertas (contoh pola bisa dilihat di sini)
2. Basahi bagian garis pola dengan air (menggunakan kuas lukis).
3. Robek sesuai garis pola. Hati-hati saat merobek, jangan sampai melewati garis pola. Apabila sulit dirobek karena airnya keburu kering, beri air lagi dengan kuas. (catatan : untuk jenis kertas mulberry yang cukup tebal, terkadang tidak perlu seluruh garis pola diberi air karena cukup mudah dan cukup rapi untuk dirobek)
4. Susun bagian beruang sesuai pola, lekatkan dengan lem PVC
5. Tambahkan hiasan (mata, hidung, pita dlsb).
Isn't it cute?
Labels:
card,
craft,
mulberry paper,
paper craft,
tear bear
Sunday, September 13, 2009
"Mendaurulang" Kartu Ucapan Dengan Kristik
Walaupun saat ini ucapan selamat dan
hari raya lebih sering disampaikan melalui SMS, e-mail, atau e-Card,
namun keberadaan kartu ucapan tidak hilang begitu saja. Seringkali kita
menerima begitu banyak kartu ucapan (terutama menjelang hari raya), dan
terkadang karena gambarnya yang lucu atau unik, kita sayang untuk
membuangnya.

Kartu-kartu "bekas" ini dapat dimanfaatkan untuk mount atau latar belakang karya kristik. Contohnya seperti kartu kupu-kupu ini, kita memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan atas untuk menempelkan kreasi kristik bergambar balon.



Dengan "mendaur-ulang" kartu-kartu ini, kita dapat mempersembahkan sebuah hadiah/gift atau menyampaikan ucapan dengan cara yang unik dan lain dari yang lain, serta membantu mengurangi limbah kertas.
Kartu-kartu "bekas" ini dapat dimanfaatkan untuk mount atau latar belakang karya kristik. Contohnya seperti kartu kupu-kupu ini, kita memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan atas untuk menempelkan kreasi kristik bergambar balon.
Dengan "mendaur-ulang" kartu-kartu ini, kita dapat mempersembahkan sebuah hadiah/gift atau menyampaikan ucapan dengan cara yang unik dan lain dari yang lain, serta membantu mengurangi limbah kertas.
Wednesday, July 29, 2009
Tutup Kuping
Sebenernya ada yang rada aneh dengan proyek tutup kuping ini : apa
iya di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis, kita perlu punya
tutup kuping?? Tapi berhubung di kantor suhunya lebih dingin daripada
Lembang, maka tutup kuping menjadi salah satu benda penting untuk
menahan dingin (tentunya setelah handwarmer!).
Tutup kuping ini dibuat dengan bentuk seperti bando, cuman dibuat lebih panjang untuk memastikan kupingnya tertutup. Dibuat dari benang sisa kantong HP bulky, benangnya memang tidak terlalu tebal, tapi cukup tebal untuk menahan dingin (lagipula Jakarta kan bukan daerah kutub yang perlu benang bulky yang sangat tebal...).
Berhubung pemilik tutup kuping masih malu2 memasang dirinya sebagai model, maka keledai bayi ini menjadi "model" untuk memperlihatkan tutup kuping yang sudah jadi.
Tutup kuping ini dibuat dengan bentuk seperti bando, cuman dibuat lebih panjang untuk memastikan kupingnya tertutup. Dibuat dari benang sisa kantong HP bulky, benangnya memang tidak terlalu tebal, tapi cukup tebal untuk menahan dingin (lagipula Jakarta kan bukan daerah kutub yang perlu benang bulky yang sangat tebal...).
Berhubung pemilik tutup kuping masih malu2 memasang dirinya sebagai model, maka keledai bayi ini menjadi "model" untuk memperlihatkan tutup kuping yang sudah jadi.
Saturday, July 11, 2009
Cross-Stitched Tumbler
Tumbler ini aku peroleh waktu perusahaan tempat aku kerja mengadakan
outbound untuk pekerja internal. Tadinya covernya kertas biasa yang ada
logo perusahaan. Berhubung lagi pengen punya tumbler yang bergambar
Eeyore, jadilah muncul ide untuk membuat cover dari perforated paper dan
diberi kreasi kristik Eeyore. Jadilah hasilnya seperti berikut ini :

Berhubung sisa perforated papernya masih banyak, jadi aku bikin cover satu lagi bergambar kuda :


Berhubung sisa perforated papernya masih banyak, jadi aku bikin cover satu lagi bergambar kuda :

Tuesday, May 26, 2009
Belajar Finger Crochet
Sebenernya ini bukan pertama kali aku mendengar istilah "finger
knitting" (dulu di milis merajut rasanya sudah pernah dibahas, tapi mungkin maksudnya Yubiami), tapi
berhubung dulu-dulu aku merasa belum bisa ber-knitting ria, jadi keburu
nggak berminat untuk mencoba. Tapi itu dulu... setelah ketemu buku
Playing with Avril's Yarn yang versi
bahasa Inggris, dan terus mulai bisa knitting (walaupun masih dalam
taraf teknik dasar banget!), mulailah diriku tergoda untuk mencobanya.
Pertama kali liat bukunya, tadinya nggak tertarik, entah kenapa (mungkin
salah satunya karena nggak pede untuk knitting, dan takut bukunya
ditulis dalam huruf kanji, hehehe). Tapi suatu hari di Kinokuniya PS ada salah satu buku
ini yang plastiknya dibuka, dan ternyata buku yang dibuka adalah buku
edisi bahasa Inggris, serta penjelasan dan foto-foto di dalamnya sangat
user-friendly, ditambah ternyata tekniknya bukan hanya finger knitting,
tapi juga teknik finger crochet. Akhirnya, tergoda juga diriku untuk
membeli...
Kebetulan juga, aku baru saja "memborong" sejumlah benang berdiameter besar dari tobucil (dasar lapar mata!). Tadinya mau bereksperimen dengan jarum hakken dan jarum breien diameter besar (sambil masih belum tahu mau dibuat apa), tapi berhubung godaan untuk belajar finger crochet (dan finger knitting) sangat besar, akhirnya beberapa benang mulai 'berpindah peruntukan' dan digunakan dalam belajar finger crochet. Pertama mencoba, kalau kelamaan, telunjuk rasanya mulai kram, tapi lama-lama terbiasa juga, dan memang alhasil jadinya cepat, satu tas selesai dalam waktu kurang dari 6 jam (lihat hasil akhir di foto bawah). Ditambah lagi, hal yang menyenangkan dari finger crochet ini adalah anda tidak perlu repot-repot membeli speed-hook diameter 20 mm dari Lion Brand...
Kebetulan juga, aku baru saja "memborong" sejumlah benang berdiameter besar dari tobucil (dasar lapar mata!). Tadinya mau bereksperimen dengan jarum hakken dan jarum breien diameter besar (sambil masih belum tahu mau dibuat apa), tapi berhubung godaan untuk belajar finger crochet (dan finger knitting) sangat besar, akhirnya beberapa benang mulai 'berpindah peruntukan' dan digunakan dalam belajar finger crochet. Pertama mencoba, kalau kelamaan, telunjuk rasanya mulai kram, tapi lama-lama terbiasa juga, dan memang alhasil jadinya cepat, satu tas selesai dalam waktu kurang dari 6 jam (lihat hasil akhir di foto bawah). Ditambah lagi, hal yang menyenangkan dari finger crochet ini adalah anda tidak perlu repot-repot membeli speed-hook diameter 20 mm dari Lion Brand...
Wednesday, March 11, 2009
Syal Biru dari Wool Keriting
Ini adalah hasil coba-coba dengan benang wool keriting lokal yang dibeli di tobucil online.
Karena benangnya (menurut saya) terlalu tipis untuk dijadikan syal,
jadi didobel dengan benang wool lokal. Hasilnya adalah syal yang cukup
tebal untuk menghangatkan leher, tapi tetap lembut saat dipakai.
Monday, January 19, 2009
Tuesday, December 23, 2008
Wednesday, February 27, 2008
Business Card Holder
Subscribe to:
Posts (Atom)


















