Showing posts with label hakken. Show all posts
Showing posts with label hakken. Show all posts

Sunday, January 01, 2023

Crocheted Bokjumeoni

Setelah selama pandemi saya lebih banyak berkutat di depan laptop, akhirnya punya waktu lagi untuk merajut, eh, merenda, eh, tepatnya hakken, hitung-hitung rehat sejenak dari gadget. Proyek-proyek awal adalah membuat cozy untuk gelas kopi kekinian, soalnya jadi sering banget dapat bancakan kopi cantik yang membuat meja basah karena embun dari minumannya. 😁

Iseng-iseng buka Pinterest cari ilham barang rajutan yang kiyowo. jadinya nemu berbagai macam bokjumeoni, atau lucky pouch a la Korea. Hadeuh, jadi pengen ke Korea...  Berhubung nggak kebayang kapan bisa ke Korea lagi, jadi mulai cari-cari ilham bagaimana membuat bokjumeoni versi rajutan. Kenapa versi rajut? Soalnya saya malas bikin bojagi alias patchwork, padahal bokjumeoni biasanya dibuat dengan teknik bojagi.

Dan akhirnya, setelah "bongkaran" ilham di Pinterest dan Youtube, akhirnya saya menemukan teknik pembuatan pleated bag yang dimodifikasi jadi drawstring bag. Setelah dicoba-coba dengan benang-benang katun sisa proyek sebelumnya, akhirnya menghasilkan bokjumeoni kecil yang lucu ini. Supaya makin kiyowo, maka ditambah label "handmade" dan norigae (gantungan) berbentuk kupu-kupu. Jadilah bokjumeoni yang unik, dan belum tentu bisa ditemukan di toko suvenir, hehehe.





Sunday, August 27, 2017

Bebek Rajut Dari Jerman

Berwisata ke Jerman di musim panas yang lalu ternyata membawa pengalaman baru bagi saya: Jerman kaya dengan handicraft! Berawal dari iseng-iseng masuk ke toko buku di stasiun Alexanderplatz Berlin, yang terjadi adalah kebingungan: banyak majalah-majalah hakken, terutama pola-pola amigurumi, yang (unfortunately) berbahasa Jerman, bahasa yang tidak pernah saya pelajari sama sekali. Oups... Untung sekarang jaman internet, jadi tinggal cari konversi pola dari bahasa Jerman ke pola Amerika, dan voila! Polanya bisa terbaca.

Namun hasrat berburu barang-barang handicraft baru bisa tersalurkan ketika kami menjelajah Altstadt (kota tua) Heidelberg. Di antara deretan toko-toko branded dan cafe-cafe cantik, terselip toko Wolle Rodel, satu-satunya toko handicraft di Altstadt (dan tampaknya satu-satunya toko khusus handicraft di Heidelberg). Rasanya seperti menemukan harta karun di antara tumpukan jerami. Saya menyempatkan diri membeli buku handicraft yang menggabungkan antara hakken dan kristik. Dan di hari kedua, karena lagi-lagi kami melewati toko itu, saya tergoda untuk sekali lagi masuk dan membeli buku amigurumi.

Toko Wolle Rodel di Altstadt Heidelberg


Dari sekian banyak buku amigurumi yang ada di toko, saya memilih membeli buku amigurumi bebek mandi, alias rubber duck. Rubber duck sangat populer di Jerman, hampir di semua toko souvenir memiliki bebek karet berwarna kuning. Tapi ketika saya mencoba mencari tahu kenapa si bebek kuning ini sangat populer, saya tidak menemukan alasan yang jelas. Satu-satunya hal menarik yang saya temukan di Wikipedia adalah event Entencup alias balapan bebek karet yang diselenggarakan di Nuremberg setiap musim panas.

Pada akhirnya, setelah selesai mengkonversi pola pada buku amigurumi tersebut, saya mencoba membuat bebek-bebek rajutan yang lucu-lucu. Bebek pertama yang saya buat adalah rubber duck standar. Setelah semua bagian rajutan digabungkan, hasilnya bukan rubber duck ala Jerman, melainkan bebek sawah berwarna kuning yang lucu.

Bebek Sawah dari Jerman
Masih penasaran, saya melakukan percobaan kedua membuat bebek rajutan. Dari sekian banyak pola, saya memilih membuat bebek penjaga kolam renang. Dan hasilnya adalah "Baywatch Duck" yang siap membantu para pengunjung pantai yang perlu pertolongan.

Bebek Baywatch

Nah, masih banyak bebek-bebek lain yang menunggu untuk dirajut. Welcome to Indonesia, German (crocheted) rubber duck!

Bebek-Bebek Rajut dan Buku Amigurumi-nya



Sunday, August 12, 2012

Crocheted Bojagi

Bojagi atau pojagi secara harfiah artinya patchwork, dan merupakan kerajinan tangan khas Korea. Bojagi biasanya dibuat dari potongan-potongan kain yang disatukan menjadi kain yang lebar.
Terinspirasi dari bojagi, saya mencoba membuat produk crochet dengan pola seperti bojagi. Idenya sebenarnya adalah membuat kotak-kotak beraneka warna dengan pola random. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk menghabiskan sisa benang rajut. Hanya saja, karena bolak-balik di tiap baris harus mengganti warna, maka pola ini disarankan bagi mereka yang memiliki tingkat kemahiran crochet menengah.

Pertama-tama, pola dirancang di atas kertas kotak-kotak (untuk mengetahui posisi warnanya).
Setelah itu dirajut dengan teknik dc (istilah Amerika), agar kantong yang dihasilkan tidak terlalu kaku/rigid. Hasil rajutan dibuat dalam bentuk lembaran, baru kemudian dilipat dan pinggirnya dirajut untuk menyatukan kedua sisi.
   
Tampak Depan
Tampak Belakang
 Rapikan dengan memberi sc atau dc pada pinggiran atas rajutan, beri kancing atau pasang tali serut.

Thursday, June 28, 2012

Rajutan Dengan Benang Sulam

Mungkin saya yang agak ketinggalan jaman, tapi gara-gara saya beli buku crochet berbahasa Jepang, saya baru sadar bahwa benang sulam yang biasa digunakan untuk mengkristik rupanya bisa juga digunakan untuk hakken!

Jadi inilah percobaan pertama saya, menggunakan benang sulam hasil beli obralan dan jarum hakken 1/0. Rupanya tidak susah juga, karena walaupun lebih licin dibandingkan benang acrylic lokal, namun benang sulam masih cukup kesat sehingga jarum tidak cepat melorot. Memang kita harus berhati-hati jangan sampai jarum rajutnya tersangkut, membuat benang yang terdiri dari 6 lembar benang kecil akan terurai. Keuntungan lainnya dari menggunakan benang sulam adalah warna gradasi benang yang beraneka ragam dengan rentang yang lebar, membuat kreasi Anda bisa lebih berwarna warni dibandingkan menggunakan benang acrylic lokal.

Dan.... inilah karya pertama saya : korsase yang dihasilkan dari 5 meter benang sulam Anchor.


Sunday, July 04, 2010

Kantong Botol Air Minum

Another project for water bottle holder! Idenya berasal dari free pattern di salah satu website (klo ga salah groovy crochet), tapi waktu dicari lagi udah nggak ketemu. :(


Dulu udah pernah mencoba membuat pola serupa dengan modifikasi untuk botol air mineral merk A*** volume 600 ml dan 300 ml pakai benang nylon (yang digulung pakai cone), dan hasilnya lumayan sukses (walaupun harus pakai extra tenaga untuk merajut benang nylon, karena benangnya super peret...). Kebetulan di rumah lagi trend menggunakan botol air minum 1 liter, dan karena agak susah membawa-bawa botol berukuran lumayan besar (dan agak susah untuk dimasukkan ke dalam tas), jadi aku terinspirasi untuk membuat (lagi) kantong botol minum, kali ini yang ukurannya agak besar. Kebetulan masih punya benang nylon hasil beli di toko Crayon, jadi sekalian mau nyoba juga.

Mulailah daku merajut dengan benang nylon dan hook 3/0. Menjelang membuat tali pegangan, oo, benangnya kok sisanya gak banyak ya?? Untung waktu benangnya dihabiskan jadi tali pegangan, panjang talinya cukup untuk menenteng botol dimaksud (lagipula kalau botol 1 liter penuh mau diselempangkan di pundak, berat nian...) Jadilah aku berkesimpulan, kalau 1 gulung benang nylon di toko Crayon cuma bisa menghasilkan satu benda tanpa tali yang terlalu panjang. Beda dengan cone, waktu itu bikin 1 tas, 2 water bottle holder dengan tali panjang, masih ada sisanya, rasanya gak habis-habis... Tapi puas banget melihat benda jadinya, setelah dicoba untuk menggantung botolnya dalam keadaan penuh di mobil, pegangannya cukup kuat, horeh!


Sunday, May 23, 2010

Gantungan HP Pertamaku

Akhirnya, aku membuat gantungan HP rajut! Ide ini sebenarnya datang dari temanku yang membuat gantungan HP dari flanel. Berhubung aku ingin membuat yang beda sama dia, jadilah aku mulai mencari-cari pola rajutan yang cukup kecil namun gak terlalu njelimet untuk dijadikan gantungan HP. Biasanya sih pakai pola untuk fridgie atau gantungan kunci. Dan... jadilah jerapah lucu ini!

Buat yang berminat untuk merajut (crochet), jerapah lucu ini bisa ditemukan di :
http://huffcreations2.blogspot.com/2006/08/giraffe-fridgie.html

PS. Sebenarnya bukan diriku tak suka sama bahan flanel, cuman dah pengalaman klo bikin barang-barang cute dari flanel, it will end up becoming furry things

Sunday, March 21, 2010

Another Craft Inspired by Korean Souvenir

Lagi-lagi terinspirasi oleh suvenir dari Korea, akhirnya diriku membuat dompet crochet warna-warni. Prinsipnya sederhana, hanya 2 baris dc untuk setiap warna (contoh ini menggunakan benang katun), kemudian sisi yang akan diberi resleting diberi warna yang kontras dengan warna-warna sebelumnya, jahit resletingnya, kemudian jahit sisi-sisi dompet, dan voila! Dompetnya siap dipakai! Untuk mempermanis, rajut bunga dan pasang pada tarikan resletingnya.

Dompet Yang Menjadi Sumber Inspirasi

Hasil Rajutan


Wednesday, July 29, 2009

Tutup Kuping

Sebenernya ada yang rada aneh dengan proyek tutup kuping ini : apa iya di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis, kita perlu punya tutup kuping?? Tapi berhubung di kantor suhunya lebih dingin daripada Lembang, maka tutup kuping menjadi salah satu benda penting untuk menahan dingin (tentunya setelah handwarmer!).

Tutup kuping ini dibuat dengan bentuk seperti bando, cuman dibuat lebih panjang untuk memastikan kupingnya tertutup. Dibuat dari benang sisa kantong HP bulky, benangnya memang tidak terlalu tebal, tapi cukup tebal untuk menahan dingin (lagipula Jakarta kan bukan daerah kutub yang perlu benang bulky yang sangat tebal...).
Berhubung pemilik tutup kuping masih malu2 memasang dirinya sebagai model, maka keledai bayi ini menjadi "model" untuk memperlihatkan tutup kuping yang sudah jadi.



Tuesday, May 26, 2009

Belajar Finger Crochet

 Sebenernya ini bukan pertama kali aku mendengar istilah "finger knitting" (dulu di milis merajut rasanya sudah pernah dibahas, tapi mungkin maksudnya Yubiami), tapi berhubung dulu-dulu aku merasa belum bisa ber-knitting ria, jadi keburu nggak berminat untuk mencoba. Tapi itu dulu... setelah ketemu buku Playing with Avril's Yarn yang versi bahasa Inggris, dan terus mulai bisa knitting (walaupun masih dalam taraf teknik dasar banget!), mulailah diriku tergoda untuk mencobanya. Pertama kali liat bukunya, tadinya nggak tertarik, entah kenapa (mungkin salah satunya karena nggak pede untuk knitting, dan takut bukunya ditulis dalam huruf kanji, hehehe). Tapi suatu hari di Kinokuniya PS ada salah satu buku ini yang plastiknya dibuka, dan ternyata buku yang dibuka adalah buku edisi bahasa Inggris, serta penjelasan dan foto-foto di dalamnya sangat user-friendly, ditambah ternyata tekniknya bukan hanya finger knitting, tapi juga teknik finger crochet. Akhirnya, tergoda juga diriku untuk membeli...

Kebetulan juga, aku baru saja "memborong" sejumlah benang berdiameter besar dari tobucil (dasar lapar mata!). Tadinya mau bereksperimen dengan jarum hakken dan jarum breien diameter besar (sambil masih belum tahu mau dibuat apa), tapi berhubung godaan untuk belajar finger crochet (dan finger knitting) sangat besar, akhirnya beberapa benang mulai 'berpindah peruntukan' dan digunakan dalam belajar finger crochet. Pertama mencoba, kalau kelamaan, telunjuk rasanya mulai kram, tapi lama-lama terbiasa juga, dan memang alhasil jadinya cepat, satu tas selesai dalam waktu kurang dari 6 jam (lihat hasil akhir di foto bawah). Ditambah lagi, hal yang menyenangkan dari finger crochet ini adalah anda tidak perlu repot-repot membeli speed-hook diameter 20 mm dari Lion Brand...
 

Monday, February 04, 2008

Handwarmer

Sarung tangan tanpa jari ini dibuat karena AC di kantorku dingiiiiin sekali. Dibuat tanpa jari, supaya tidak ada masalah kalau dipakai mengetik di depan komputer. Ide dasarnya diambil dari pola wrist warmer dari Carol McKay, tapi sebelumnya bagian pergelangan tangan dibuat menggunakan sc yang dirajut di back-loop only agar rajutan menjadi elastis. Polanya sebagai berikut (semua menggunakan istilah Amerika) :


Benang : wool lokal 4 helai (8-ply yarn)
Jarum : Clover 7/0 dan 8/0

Bagian pergelangan tangan (menggunakan jarum 7/0) :
Dasar : 8 ch
Baris 1 : sc pada ch ke-2 dari jarum dan sepanjang ch (7 sc), 1 ch, balik
Baris 2 : sc pada back-loop setiap sc, 1 ch, balik (7 sc)
Baris 3-25 : ulangi pola baris 2. Pada akhir baris ke-25, satukan baris 25 dengan baris pertama menggunakan slip stitch, ganti jarum dengan 8/0, benang jangan dimatikan.

Bagian telapak tangan :
Baris 1 : ch 1, 25 sc di sepanjang sisi pergelangan tangan (kurang lebih 1 sc di setiap sisi baris di pergelangan tangan), satukan dengan sc pertama menggunakan ss (25 sc).
Baris 2 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada setiap st berikutnya, satukan dengan 2-ch pertama menggunakan ss (25 hdc)
Baris 3-9 : ulangi pola baris 2
Baris 10 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada 21 st berikutnya, 3 ch, satukan dengan 2-ch pertama menggunakan ss (22 hdc dan 3 ch)
Baris 11-13 : ulangi pola baris 2. Matikan benang, rapikan ujung-ujungnya.

NB.
This blog is originally written in Bahasa Indonesia, formerly published on http://rhien-crochet.blogspot.com. This website has been disabled. If you want to have the warmer's pattern in English, please contact me at arini_che@yahoo.com.

Friday, September 22, 2006

Crocheted Star Trek Pin

Saya pernah menemukan postingan blog berupa pola pin startrek (penulis blog-nya membuatkan pin untuk anaknya), tapi celakanya dia menaruh gambarnya terbalik! Jadi saya mencoba merajut berdasarkan polanya (menggunakan warna-warna cerah), dan hasil akhirnya seperti di bawah ini.

Saturday, September 02, 2006

Denim Cellular Pocket

Ini karya pertama saya dengan benang denim. Begitu mencoba, saya langsung jatuh cinta kepada benang denim!

Sunday, May 28, 2006

Syal Sapi



Mooooo..... syal hakken ini dibuat dari benang wol lokal. Polanya seharusnya untuk breien, tapi berhubung pada waktu itu (dan sampai hari ini) saya tidak mahir merajut dengan breien, maka polanya saya rajut dengan teknik hakken, tanpa modifikasi. Anyway, tetap saja bentuknya masih mirip belang-belangnya sapi holstein. :)

NB. Kursi yang digunakan untuk memajang syal ini adalah kursi kerja yang usianya jauh lebih tua daripada saya, milik alm. kakek

Sunday, May 21, 2006

Small Coin Purse


Ini dompet koin karya pertamaku, lengkap dengan kancing bunga dan kaitan.