Sunday, March 21, 2010
Another Craft Inspired by Korean Souvenir
Lagi-lagi terinspirasi oleh suvenir dari Korea, akhirnya diriku membuat
dompet crochet warna-warni. Prinsipnya sederhana, hanya 2 baris dc untuk
setiap warna (contoh ini menggunakan benang katun), kemudian sisi yang
akan diberi resleting diberi warna yang kontras dengan warna-warna
sebelumnya, jahit resletingnya, kemudian jahit sisi-sisi dompet, dan
voila! Dompetnya siap dipakai! Untuk mempermanis, rajut bunga dan pasang
pada tarikan resletingnya.
Sunday, November 29, 2009
"Tear-Bear"ku Yang Pertama
Pertama kali menemukan teknik "Tear-bear" justru gara-gara tertarik mencari tentang Hanji, kerajinan tangan berbahan baku kertas khas Korea. Kertas hanji adalah kertas yang dibuat dari bahan baku kulit pohon paper mulberry (Nama latin Broussonetia papyrifera), dan bisa dibuat berbagai macam kerajinan, termasuk di antaranya kotak, kap lampu, dan bahkan busana.
"Tear-bear" adalah teknik membuat beruang (atau benda lain) 2-dimensi dengan merobek kertas, sehingga memberi efek 'fluffy' atau berbulu. Kalau dari teorinya, kertas yang paling cocok digunakan untuk membuat "Tear-bear" adalah kertas mulberry. Namun kalau di toko kerajinan tangan di Indonesia kita mencari kertas mulberry, agak susah dicari. Jadi saya mengira-ngira saja dengan mencari kertas yang teksturnya mirip dengan kertas mulberry.
Di toko Crayon, saya menemukan kertas bumi, dan ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Pengennya sih mencoba lagi dengan kertas mulberry yang benar-benar kertas mulberry, pengen tahu sebenarnya harusnya bisa se-fluffy apa.

Di Indonesia, sebenarnya sejak dahulu kertas mulberry (atau dari bahan baku pohon lain dari famili yang sama dengan pohon mulberry) sudah diproduksi. Contohnya adalah kertas daluang di Jawa Barat.
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat "Tear-Bear" :
1. Buat pola di bagian belakang kertas (contoh pola bisa dilihat di sini)

2. Basahi bagian garis pola dengan air (menggunakan kuas lukis).

3. Robek sesuai garis pola. Hati-hati saat merobek, jangan sampai melewati garis pola. Apabila sulit dirobek karena airnya keburu kering, beri air lagi dengan kuas. (catatan : untuk jenis kertas mulberry yang cukup tebal, terkadang tidak perlu seluruh garis pola diberi air karena cukup mudah dan cukup rapi untuk dirobek)

4. Susun bagian beruang sesuai pola, lekatkan dengan lem PVC

5. Tambahkan hiasan (mata, hidung, pita dlsb).

Isn't it cute?
"Tear-bear" adalah teknik membuat beruang (atau benda lain) 2-dimensi dengan merobek kertas, sehingga memberi efek 'fluffy' atau berbulu. Kalau dari teorinya, kertas yang paling cocok digunakan untuk membuat "Tear-bear" adalah kertas mulberry. Namun kalau di toko kerajinan tangan di Indonesia kita mencari kertas mulberry, agak susah dicari. Jadi saya mengira-ngira saja dengan mencari kertas yang teksturnya mirip dengan kertas mulberry.
Di toko Crayon, saya menemukan kertas bumi, dan ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Pengennya sih mencoba lagi dengan kertas mulberry yang benar-benar kertas mulberry, pengen tahu sebenarnya harusnya bisa se-fluffy apa.
Di Indonesia, sebenarnya sejak dahulu kertas mulberry (atau dari bahan baku pohon lain dari famili yang sama dengan pohon mulberry) sudah diproduksi. Contohnya adalah kertas daluang di Jawa Barat.
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat "Tear-Bear" :
1. Buat pola di bagian belakang kertas (contoh pola bisa dilihat di sini)
2. Basahi bagian garis pola dengan air (menggunakan kuas lukis).
3. Robek sesuai garis pola. Hati-hati saat merobek, jangan sampai melewati garis pola. Apabila sulit dirobek karena airnya keburu kering, beri air lagi dengan kuas. (catatan : untuk jenis kertas mulberry yang cukup tebal, terkadang tidak perlu seluruh garis pola diberi air karena cukup mudah dan cukup rapi untuk dirobek)
4. Susun bagian beruang sesuai pola, lekatkan dengan lem PVC
5. Tambahkan hiasan (mata, hidung, pita dlsb).
Isn't it cute?
Labels:
card,
craft,
mulberry paper,
paper craft,
tear bear
Sunday, September 13, 2009
"Mendaurulang" Kartu Ucapan Dengan Kristik
Walaupun saat ini ucapan selamat dan
hari raya lebih sering disampaikan melalui SMS, e-mail, atau e-Card,
namun keberadaan kartu ucapan tidak hilang begitu saja. Seringkali kita
menerima begitu banyak kartu ucapan (terutama menjelang hari raya), dan
terkadang karena gambarnya yang lucu atau unik, kita sayang untuk
membuangnya.

Kartu-kartu "bekas" ini dapat dimanfaatkan untuk mount atau latar belakang karya kristik. Contohnya seperti kartu kupu-kupu ini, kita memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan atas untuk menempelkan kreasi kristik bergambar balon.



Dengan "mendaur-ulang" kartu-kartu ini, kita dapat mempersembahkan sebuah hadiah/gift atau menyampaikan ucapan dengan cara yang unik dan lain dari yang lain, serta membantu mengurangi limbah kertas.
Kartu-kartu "bekas" ini dapat dimanfaatkan untuk mount atau latar belakang karya kristik. Contohnya seperti kartu kupu-kupu ini, kita memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan atas untuk menempelkan kreasi kristik bergambar balon.
Dengan "mendaur-ulang" kartu-kartu ini, kita dapat mempersembahkan sebuah hadiah/gift atau menyampaikan ucapan dengan cara yang unik dan lain dari yang lain, serta membantu mengurangi limbah kertas.
Wednesday, July 29, 2009
Tutup Kuping
Sebenernya ada yang rada aneh dengan proyek tutup kuping ini : apa
iya di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis, kita perlu punya
tutup kuping?? Tapi berhubung di kantor suhunya lebih dingin daripada
Lembang, maka tutup kuping menjadi salah satu benda penting untuk
menahan dingin (tentunya setelah handwarmer!).
Tutup kuping ini dibuat dengan bentuk seperti bando, cuman dibuat lebih panjang untuk memastikan kupingnya tertutup. Dibuat dari benang sisa kantong HP bulky, benangnya memang tidak terlalu tebal, tapi cukup tebal untuk menahan dingin (lagipula Jakarta kan bukan daerah kutub yang perlu benang bulky yang sangat tebal...).
Berhubung pemilik tutup kuping masih malu2 memasang dirinya sebagai model, maka keledai bayi ini menjadi "model" untuk memperlihatkan tutup kuping yang sudah jadi.
Tutup kuping ini dibuat dengan bentuk seperti bando, cuman dibuat lebih panjang untuk memastikan kupingnya tertutup. Dibuat dari benang sisa kantong HP bulky, benangnya memang tidak terlalu tebal, tapi cukup tebal untuk menahan dingin (lagipula Jakarta kan bukan daerah kutub yang perlu benang bulky yang sangat tebal...).
Berhubung pemilik tutup kuping masih malu2 memasang dirinya sebagai model, maka keledai bayi ini menjadi "model" untuk memperlihatkan tutup kuping yang sudah jadi.
Saturday, July 11, 2009
Cross-Stitched Tumbler
Tumbler ini aku peroleh waktu perusahaan tempat aku kerja mengadakan
outbound untuk pekerja internal. Tadinya covernya kertas biasa yang ada
logo perusahaan. Berhubung lagi pengen punya tumbler yang bergambar
Eeyore, jadilah muncul ide untuk membuat cover dari perforated paper dan
diberi kreasi kristik Eeyore. Jadilah hasilnya seperti berikut ini :

Berhubung sisa perforated papernya masih banyak, jadi aku bikin cover satu lagi bergambar kuda :


Berhubung sisa perforated papernya masih banyak, jadi aku bikin cover satu lagi bergambar kuda :

Tuesday, May 26, 2009
Belajar Finger Crochet
Sebenernya ini bukan pertama kali aku mendengar istilah "finger
knitting" (dulu di milis merajut rasanya sudah pernah dibahas, tapi mungkin maksudnya Yubiami), tapi
berhubung dulu-dulu aku merasa belum bisa ber-knitting ria, jadi keburu
nggak berminat untuk mencoba. Tapi itu dulu... setelah ketemu buku
Playing with Avril's Yarn yang versi
bahasa Inggris, dan terus mulai bisa knitting (walaupun masih dalam
taraf teknik dasar banget!), mulailah diriku tergoda untuk mencobanya.
Pertama kali liat bukunya, tadinya nggak tertarik, entah kenapa (mungkin
salah satunya karena nggak pede untuk knitting, dan takut bukunya
ditulis dalam huruf kanji, hehehe). Tapi suatu hari di Kinokuniya PS ada salah satu buku
ini yang plastiknya dibuka, dan ternyata buku yang dibuka adalah buku
edisi bahasa Inggris, serta penjelasan dan foto-foto di dalamnya sangat
user-friendly, ditambah ternyata tekniknya bukan hanya finger knitting,
tapi juga teknik finger crochet. Akhirnya, tergoda juga diriku untuk
membeli...
Kebetulan juga, aku baru saja "memborong" sejumlah benang berdiameter besar dari tobucil (dasar lapar mata!). Tadinya mau bereksperimen dengan jarum hakken dan jarum breien diameter besar (sambil masih belum tahu mau dibuat apa), tapi berhubung godaan untuk belajar finger crochet (dan finger knitting) sangat besar, akhirnya beberapa benang mulai 'berpindah peruntukan' dan digunakan dalam belajar finger crochet. Pertama mencoba, kalau kelamaan, telunjuk rasanya mulai kram, tapi lama-lama terbiasa juga, dan memang alhasil jadinya cepat, satu tas selesai dalam waktu kurang dari 6 jam (lihat hasil akhir di foto bawah). Ditambah lagi, hal yang menyenangkan dari finger crochet ini adalah anda tidak perlu repot-repot membeli speed-hook diameter 20 mm dari Lion Brand...
Kebetulan juga, aku baru saja "memborong" sejumlah benang berdiameter besar dari tobucil (dasar lapar mata!). Tadinya mau bereksperimen dengan jarum hakken dan jarum breien diameter besar (sambil masih belum tahu mau dibuat apa), tapi berhubung godaan untuk belajar finger crochet (dan finger knitting) sangat besar, akhirnya beberapa benang mulai 'berpindah peruntukan' dan digunakan dalam belajar finger crochet. Pertama mencoba, kalau kelamaan, telunjuk rasanya mulai kram, tapi lama-lama terbiasa juga, dan memang alhasil jadinya cepat, satu tas selesai dalam waktu kurang dari 6 jam (lihat hasil akhir di foto bawah). Ditambah lagi, hal yang menyenangkan dari finger crochet ini adalah anda tidak perlu repot-repot membeli speed-hook diameter 20 mm dari Lion Brand...
Wednesday, March 11, 2009
Syal Biru dari Wool Keriting
Ini adalah hasil coba-coba dengan benang wool keriting lokal yang dibeli di tobucil online.
Karena benangnya (menurut saya) terlalu tipis untuk dijadikan syal,
jadi didobel dengan benang wool lokal. Hasilnya adalah syal yang cukup
tebal untuk menghangatkan leher, tapi tetap lembut saat dipakai.
Monday, January 19, 2009
Tuesday, December 23, 2008
Wednesday, February 27, 2008
Business Card Holder
Thursday, February 21, 2008
Kreasi Kristik Untuk Pemula
Penulis: Arini TathagatiISBN: 978 979 1477 01 7
Penerbit: PT Puspa Swara. Jl. Mekarsari Raya Mo 15. Cimanggis-Depok
021- 8729060. Fax: 021-8712219
Alamat Pemesanan: Jl. Gunung Sahari III/7. Tel: 021-4204402. fax: 021-4214821
Harga: Rp 35.000,-
Kristik atau tusuk silang sebenarnya tidak asing lagi di telinga kita. Masih ingatkah ketika nenek atau ibu kita mengisi waktu luangnya dengan membuat kristik? Selain mengasyikkan, berkreasi dengan kristik juga bisa mendatangkan penghasilan dan kepuasan hati. Mau mencoba?
Buku ini menjadi sumber inspirasi Anda berkreasi dengan kristik. Lengkap memandu, mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik dasar, sampai ragam kreasi kristik. Anda tidak hanya bisa membuat aplikasi kristik pada hiasan dinding. Lebih dari itu, produk seperti tas, kantong HP, kartu ucapan dan alas piring pun bisa diperindah dengan kristik. Untuk meminimalisasi kegagalan, disertakan ‘bonus’ tip dan trik antigagal.
Jadi, sungguh tepat jika buku ini menjadi teman Anda untuk mulai berkreasi.
Monday, February 04, 2008
Handwarmer
Sarung tangan tanpa jari ini dibuat karena AC di kantorku dingiiiiin sekali. Dibuat tanpa jari, supaya tidak ada masalah kalau dipakai mengetik di depan komputer. Ide dasarnya diambil dari pola wrist warmer dari Carol McKay, tapi sebelumnya bagian pergelangan tangan dibuat menggunakan sc yang dirajut di back-loop only agar rajutan menjadi elastis. Polanya sebagai berikut (semua menggunakan istilah Amerika) :

Benang : wool lokal 4 helai (8-ply yarn)
Jarum : Clover 7/0 dan 8/0
Bagian pergelangan tangan (menggunakan jarum 7/0) :
Dasar : 8 ch
Baris 1 : sc pada ch ke-2 dari jarum dan sepanjang ch (7 sc), 1 ch, balik
Baris 2 : sc pada back-loop setiap sc, 1 ch, balik (7 sc)
Baris 3-25 : ulangi pola baris 2. Pada akhir baris ke-25, satukan baris 25 dengan baris pertama menggunakan slip stitch, ganti jarum dengan 8/0, benang jangan dimatikan.
Bagian telapak tangan :
Baris 1 : ch 1, 25 sc di sepanjang sisi pergelangan tangan (kurang lebih 1 sc di setiap sisi baris di pergelangan tangan), satukan dengan sc pertama menggunakan ss (25 sc).
Baris 2 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada setiap st berikutnya, satukan dengan 2-ch pertama menggunakan ss (25 hdc)
Baris 3-9 : ulangi pola baris 2
Baris 10 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada 21 st berikutnya, 3 ch, satukan dengan 2-ch pertama menggunakan ss (22 hdc dan 3 ch)
Baris 11-13 : ulangi pola baris 2. Matikan benang, rapikan ujung-ujungnya.
NB.
This blog is originally written in Bahasa Indonesia, formerly published on http://rhien-crochet.blogspot.com. This website has been disabled. If you want to have the warmer's pattern in English, please contact me at arini_che@yahoo.com.
Toe Sock untuk Ballerina
"Kaos kaki jempol" ini berfungsi untuk melindungi jempol agar tidak lecet saat seorang ballerina memakai pointe shoes. Di Indonesia, yang jual "kaos kaki jempol" yang sudah jadi kaya'nya belum ada (k'lo pun ada, jarang banget dan harganya biasanya muahal). Jadi pada waktu seseorang memberiku oleh-oleh "kaos kaki jempol", aku mencoba mengira-ngira pola-nya, membuat sepasang, mencobanya sendiri, dan sukses! (btw, aku bisa bilang sukses, karena aku membuktikannya sendiri...)

Berikut adalah pola "kaos kaki jempol" (semua istilah menggunakan istilah Amerika) :
Bahan : benang kinlon Sakura
Jarum kait : Clover 3/0
Dasar : 7 ch
Baris 1 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada ch ke-3 dari jarum, hdc pada 5 ch berikutnya, 3 hdc pada ch terakhir, hdc pada 5 ch berikutnya (di sisi ch sebaliknya), hdc pada ch pertama (3 hdc dalam 1 ch), sl st pada 2-ch awal (total 16 hdc)
Baris 2 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada tempat yang sama, hdc pada 7 hdc berikutnya, 3 hdc pada hdc berikutnya, hdc pada 7 hdc berikutnya, hdc pada hdc pertama (3 hdc dalam 1 st), sl st pada 2-ch awal (total 20 hdc)
Baris 3 : 2 ch (setara dengan hdc), hdc pada 19 st berikutnya, sl st pada 2-ch awal (total 20 hdc)
Baris 4-9 : ulangi pola baris 3
Matikan benang, rapikan ujung-ujungnya.
Sunday, February 03, 2008
Eeyore Tissue Cover
Inilah salah satu "mahakarya"ku : wadah tissue (toilet) Eeyore. Saya
fans beratnya Eeyore, saya senang merajut, dan inilah versi rajutan dari
Eeyore, yang senantiasa membawa tissue di dalam badannya!

Monday, July 02, 2007
Pin-Cushion
Amplop Angpau
Ini amplop merah untuk Tahun Baru Imlek, atau kita kenal sebagai "angpau". Ternyata "model-model"nya gak mau ketinggalan difoto!
Friday, September 22, 2006
Crocheted Star Trek Pin
Saturday, September 02, 2006
Denim Cellular Pocket
Sunday, May 28, 2006
Syal Sapi

Mooooo..... syal hakken ini dibuat dari benang wol lokal. Polanya seharusnya untuk breien, tapi berhubung pada waktu itu (dan sampai hari ini) saya tidak mahir merajut dengan breien, maka polanya saya rajut dengan teknik hakken, tanpa modifikasi. Anyway, tetap saja bentuknya masih mirip belang-belangnya sapi holstein. :)
NB. Kursi yang digunakan untuk memajang syal ini adalah kursi kerja yang usianya jauh lebih tua daripada saya, milik alm. kakek
Subscribe to:
Posts (Atom)











